Retakan
Jika guntur yang mengoyak langit
dan usia yang menggoreskan waktu
Ia tahu itu semua, kecuali yang di hadapannya
Bertahun silam,
kain demi kain tua dikoyak
Cengkraman kuat gadis-gadis perawan pada kayu ranjang
Bertahan sekuat mungkin,
menutup mata, mengatup rahang
Darah mengalir dari setiap luka yang menganga
Pipi merah merona berubah putih
Sekarang di sana ia tinggal sendiri
Tinggal meretak, meretas
Ditulis di Jakarta, Indonesia pada tanggal 20 Juni 2012