Tinta Hitam

Tinta Hitam

Kita tidak pernah tahu kapan tinta hitam itu akan menuliskan puisi atau menodai kemeja putih. Kita hanya tahu ia berwarna hitam pekat. Saking pekatnya kita ragu elemen sehitam apa yang membuatnya seperti itu. Ia berkarakter dominan, namun terlalu misterius. Kata-kata yang digoreskan di atas kertas putih hanyalah ekspresi sekedarnya. Sekali lagi, tidak bisa ditebak.

Tidak semua bisa ditulis dengan tinta hitam. Si penulis terlalu takut ia dipahami pembacanya, maka ia memakai kata-kata dan memainkannya dengan tinta hitam. Ia begitu terkontrol, begitu dikekang agar tetap diam. Ia ingin berontak namun tak mampu. Ia senang dengan kebebasan dan kemerdekaan, ia tidak setia, namun takut orang lain akan meninggalkannya jika ia melakukannya.

Hati manusia seperti itu, seperti tinta hitam.

Jika kau mengerti kata-kataku sekarang, mungkin aku sedang membiarkan tinta hitamku berkata-kata dan bukan aku.

 

Continue

Tentang Baik dan Jahat

Centeng Life Lesson

Warna oranye di suatu sore hari Jumat, di saat semua orang berduyun-duyun pulang ke rumah karena hari terakhir bekerja minggu itu sudah hampir berakhir. Pada jaman itu, semua orang berpindah tempat masih dengan berjalan kaki. Kereta kuda hanya dimiliki pedagang kaya di kota itu. Yang tidak mempunyai uang seperti 2 orang sahabat, Adi dan Abi, terpaksa berjalan kaki untuk pulang ke rumah setelah lelah bekerja seharian.

Sepanjang jalan menuju ke rumah, kedua orang sahabat itu berbincang-bincang tentang banyak hal. Adi bertanya pada Abi, “Siapa menurutmu yang paling berkuasa di dunia ini?” “Mengapa kau menanyakan hal yang sudah pasti jawabannya dan semua orang mengetahuinya? Tentu saja Sang Pencipta manusia.”

Adi menunjuk seorang anak kecil yang duduk di pinggir jalan sambil memegangi perutnya, kemungkinan karena kelaparan yang amat sangat, “Mengapa anak kecil itu harus duduk sepanjang hari di pinggir jalan dan kelaparan kalau Sang Pencipta kita itu berkuasa atas hal-hal yang baik?”

Abi yang berumur 2 tahun lebih tua dan lebih tinggi dari Adi merangkul pundak sahabatnya itu, “Kau tidak mengerti satu hal, teman. Sang Pencipta kita itu rupanya juga berkuasa atas hal-hal jahat. Kalau Ia hanya berkuasa atas hal-hal baik, bukankah ia bukan lagi yang paling berkuasa? Bukankah yang berkuasa atas hal-hal jahat malah lebih berkuasa dariNya? Sang Pencipta memperbolehkan hal-hal jahat terjadi agar manusia ciptaanNya yang lain seperti kita belajar bersyukur melalui anak kecil itu. Melalui setiap hal baik maupun jahat, hanya nama Sang Pencipta kita yang dipermuliakan.”

 

Continue

Tentang Waktu

Pada suatu hari, Daniel sangat bersedih karena ibunya baru saja meninggal dunia. Guru kelasnya menyadari kesedihan hati Daniel berpengaruh juga terhadap sikapnya kepada teman-temannya dan nilai pelajarannya di kelas.

Saat Guru itu menghampirinya, ia bertanya kepada Daniel,”Nak, kenapa kamu masih sangat bersedih?”

“Karena ibuku yang satu-satunya diambil Tuhan. Bukankah aku sudah rajin berdoa? Aku tidak berbohong kepada ibuku dan juga tidak mencuri. Mengapa Tuhan menghukumku?”

Guru mengambil tempat duduk di sebelah Daniel dan lanjut berkata,”Karena hidup setiap manusia ada waktunya. Ada saatnya ia lahir, ada saatnya ia kembali ke Penciptanya. Demikian juga setiap hal yang ada di dunia ini. Seperti makanan dalam kemasan yang ada kadaluarsanya. Saat batas waktu itu tiba, kita harus merelakannya meskipun kita belum memakannya.”

“Mengapa selalu ada batas waktu?”

Kali ini Guru hanya tersenyum berkata,”Hanya karena kesadaran kita akan batas waktu itulah, kita baru bisa menghargai keberadaannya.”

Continue

Good Ideas are born from Good Coffee

Thanks to an article, I finally have an idea to write and start digging ideas for coffee meeting spots in Jakarta which are my favorite.

1. Monolog : Plaza Senayan, CP 101 B Palm Gate Entrance, Jl. Asia Afrika No. 8

The first time I visited this coffee shop was with my boyfriend. As we all do in a coffee shop, we had a chat. But of course, I also paid attention to the coffee bar, barista(s), the service, the atmosphere, and people around in the coffee shop. I liked them all and they have the best Butterscotch Coffee.

The second time I came by myself while waiting for my colleagues. The feeling I got was the same. This is how a good coffee shop maintained, they remain the same anytime customers come and go. Anyway, many Korean mothers usually come by, chit-chat with other moms and kill time in the coffee shop too :P

 

2. Starbucks Coffee : anywhere located in the world

Undoubtedly, Starbucks Coffee is the best place in the world to have a business talk since they are the 3rd place between home and office for their customers. My favorite Starbucks Coffee store is at Central Park Mall in West Jakarta. I visit this store periodically and I know some barista(s) there, so I guarantee you’ll like it there too.

My team and I even have several of our first coffee meetings with friends at there too. I won’t tell you one of my personal-best-experience was happened in that very store either.

 

3. Anomali Kemang : JL. Kemang Raya No. 72 Unit G (ph. 021-719-4742)

Basically, Anomali Coffee is one of the best local coffee store. They provide wide range of coffee menu and the place is good. They also have some store branches at Plaza Indonesia, Setiabudi, Senopati Street. As we know those locations are kind of near to business area, so maybe you can spend some time to hit the store and make a coffee meeting there.

 

 

That’s all from me for now. Anything to add? :D

Continue

Selamat Tinggal, Gardenia

Bunga yang indah karena perhatian
Ia butuh tempat perlindungan, yang menyayanginya seperti seorang bayi
Tempat ia meresap semua keindahan yang akan mengalir dalam tangkainya
Sama seperti gardenia

Jika dahulu ia gardenia yang penuh kasih putih
Sekarang ia terluka dan sakit

Obat takkan bisa menyembuhkannya
Ia sama seperti bunga yang indah lainnya
Butuh cinta dan manis, beberapa tetes embun pagi pun menyejukkannya

Beruntung sekali ia akan tumbuh seribu kelopak setelah mati satu

Suatu hari nanti pastilah ia ‘kan kembali
Ia dan kupu-kupu akan selamanya hidup bersama
Saling mengasihi, saling memberi
Seperti sebelum ia terluka dan sakit

Ditulis di Jakarta, Indonesia pada tanggal 19 Desember 2012

Continue

Ruang Hampa

Jangan takut, Sayang
Yang kita butuhkan hanya sebuah ruang hampa
Kosong, hanya kita, di dalam sini

Ssttt, jangan keluarkan suara apapun
Atau mereka akan menemukan kita
Pejamlah matamu kalau kau takut
Hitung 1, 2, 3, 4..

Bukankah ini yang kita nantikan?
Sebuah ruang hampa dan kosong
Tiada nafas, tidak juga detak jantung
Mereka yang menatap kita tak akan bersuara

Semua omong kosong dunia sudah memuakkan kita
Cukup sudah dengan logika dan tatapan orang asing
Hanya tinggal kita berdua dan mereka dengan kerudung hitam
dan nisan dengan catatan kematian

Jangan takut, Sayang, ada aku

Pada saatnya nanti mereka hanya
Melihat kita bergandeng tangan
dan kita akan berpura-pura menutup mata
Hanya kali ini, untuk selamanya..

Ditulis di Jakarta, Indonesia pada tanggal 17 Desember 2012

Continue

Tentang Kehidupan

Pada suatu sore yang sunyi dan desir angin lembut. Langit hanya diam dalam horizon berwarna oranye. Tinggal seorang insan manusia di bangku taman, berusaha menyembunyikan matanya diantara buku-buku jari tangannya dari matahari yang masih bersinar menyilaukan. Daun bergerak gelisah diantara pepohonan. Ia punya banyak pertanyaan. Matahari sore yang bijak bisa menjadi tempat jawaban, pikirnya.

“Mengapa daun berguguran di musim gugur?”

“Karena kau telah bertahan saat menghadapi kesulitan di musim panas. Kau belajar bahwa kehidupan ada saatnya kau harus membiarkan dirimu jatuh. Tapi toh kau akan kembali bertumbuh di musim semi. Kau belajar setelah jatuh pun, kau akan bangkit kembali.”

Pohon yang sedari tadi diam saja rupanya juga mempunyai pertanyaan.

“Mengapa akarku begitu kuat sehingga aku tidak dapat kesana kemari?”

“Karena kau menghasilkan buah-buah yang manis dari carangmu. Kau harus menjadi kuat untuk bisa melindunginya. Hanya pohon-pohon dengan akar terkuat yang bisa bertahan di musim hujan dan badai kencang bertiup.”

Pohon dan daun berpikir pastilah matahari adalah sosok terbijak yang ada di dunia ini. Matahari memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Ternyata manusia di bangku taman itu menguping semua percakapan mereka. Ia tersenyum. Masih menyembunyikan matanya dari silau matahari sore, ia bertanya.

“Mengapa aku lahir tetapi kemudian aku mati?”

“…”

Matahari diam dan berpikir keras. Angin teman baiknya juga tidak bisa menjawab. Pohon dan daun menunggu jawaban.
Mereka tidak pernah merasakan lapar, mereka tidak pernah menangis, mereka tidak pernah merasakan sakit, mereka tidak pernah ketakutan. Desiran angin sesekali membelai halus diantara rambut manusia, menenangkannya.

“Mengapa Tuhan menciptakan semua ini, bumi ini, kehidupan dan segala isinya, kemudian mengambilnya kembali?”

Semua pertanyaannya tertinggal tanpa jawaban. Hingga pada akhirnya hanya tinggal manusia dan kepada penciptanya sajalah, ia berserah.

Continue

Tentang Keabadian

Tak ada suatu pun yang abadi
Tidak penderitaan
Tidak juga cinta

Suatu hari ia akan terbang
bersama kata-kata dan sayap di sisi kanan kirinya

Tapi syukur pada hari ini yang masih datang dan pergi
meninggalkan memori, mengukir sejarah
mengejar detik yang sedang berkejaran dengan menit

Continue

Für Elise

Cuaca hari itu sedang mendung sedari pagi. Awan tebal menghalangi sinar matahari menyentuh bumi. Dibiarkannya tanah dan pohon-pohon kedinginan, tentu bunga tak mekar. Kopi dalam cangkir di depan Elise sudah mendingin karena tak dihiraukannya. Ia masih saja tenggelam dalam lamunannya yang tak kunjung berakhir. Hiruk pikuk dalam kedai kopi murahan tak juga membuatnya berpaling sedikitpun. Barangkali sebuah tepukan di pundaknya juga tak disahutinya. Elise meninggalkan kopinya yang sudah mendingin dan kedai kopi murahan itu setelah memutuskan sesuatu yang besar untuk dirinya.

Continue

Dingin

Dingin

Angin bertiup membawa kabar
Matahari akan terbenam di timur
Bersama air berhenti mengalir di sungai
Api-api padam ketakutan

Aku tak terkejut, apalagi bersedih
Tak lama lagi tubuh ini merasakan yang sama
Dingin dan haus akan hidup

Continue
Older