by Karen Kamal

Malaikat Tanpa Sayap

Malaikat Tanpa Sayap

Bilamana jari-jariku terselip diantara miliknya
Bilamana ada kerutan halus di wajahnya
dan biji mata yang lebih berkilau saat tersenyum
Bukan main indahnya..

Kalau lembaran dolar yang harus
dibayar, dibakar demi momen panas itu
Lelaki mana yang tak rela
Demi menyentuh, meremas, memiliki

Betis ramping yang tersentak ke belakang dalam setiap langkah
Menambah bara suasana erotis
Bukan hanya deras darah yang memompa dalam jantung,
namun nafsu dan penasaran yang bergejolak dalam dada

Wahai malaikatku yang telah patah sayapnya
Tidaklah perlu hidup bersama seribu tahun lamanya
Jikalau bahagiamu sudah terlukis dalam benak
Sekarang dan selamanya

 

Ditulis di Jakarta, Indonesia pada tanggal 29 Juni 2012



1 thought on “Malaikat Tanpa Sayap”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *