Pucat Pasi
Bukan hantu gentayangan
Bukan pula kertas putih tanpa goresan
Hanya darah yang berhenti mengalir dalam nadi
Mereka berjalan berdampingan
Namun
Apa yang diharapkan sepasang kekasih
dari genggaman tangan dan tatapan kosong?
Kejam betul
Hatinya mendambakan bibir merah
Matanya menginginkan lekukan
dan pedangnya memimpikan dara lain
Sekali lagi
Bukan hantu gentayangan
Bukan pula kertas putih tanpa goresan
Hanya darah yang berhenti mengalir dalam nadi
Ketika seorang manusia direnggut cintanya
Jiwanya tak lagi di sana
Tinggal raga tak bernyawa
Tiada dosa dan salah diturunkan atasnya
Ditulis di Jakarta, Indonesia pada tanggal 23 Juni 2012