Retakan (2)
Kemudian apa?
Ia akan ditinggal dalam kegelapan
Diasingkan
Bukan lagi gadis kesayangan bunda
Yang dulunya selalu menemani
Menggerutu atas sulaman-sulaman menjenuhkan
Duduk di atas bangku panjang teras rumah
Menangis berdua, air mata kemarahan
Selama hidupnya ia hanya tahu luka
Retakan itu tak mungkin bisa kembali
Namun menyisakan hina dan sakit
Kemudian apa?
Ditulis di Jakarta, Indonesia pada tanggal 22 Juni 2012