by Karen Kamal

Hitam Putih

Hitam Putih

Terima kasih untuk sepuluh tahun
Untuk hitam dan putih yang berlalu
Lelaplah dalam tidurmu, sayang

Sepatutnya hidup ini warna-warni
Merah, kuning, biru
Namun bagimu hanya hitam, putih

Aku takkan menyangkal saat malaikat itu datang
Dengan mata kepalaku sendiri
menyaksikan ia menggerogoti hingga sel-sel tulangmu
Amarah bagaikan arang hitam yang membara dalam dada

Kalau saja aku tuhan
Kujamin ia mati dengan pedangnya sendiri
Namun hidup ini hitam putih, katamu
Aku takkan mampu melawan kekejamannya

Sejak pertama bertemu, aku sudah bersumpah
Hanya dirimu yang kuingini bagi putihku
Menciumimu, setiap senti kulit di tubuhmu
Hingga kering nafsuku di hari senja

 

Ditulis di Jakarta, Indonesia pada tanggal 13 Juli 2012



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *