Sketsa
Goresan-goresan halus di atas putih
Suaranya lembut saat butiran arang itu menyentuh muka kertas
Ia biarkan tangannya terus bergerak
Mengikuti hati, mengikuti rasa
Malam itu rembulan hampir penuh
Ia mundur untuk memandang sketsanya
Seorang gadis yang tak ia kenal tersenyum padanya
Ia tak tahu ia telah jatuh cinta
Dihadapkan pada dilemma
Menyangkal hatinya atau
mendustai gadis dalam sketsa itu
Ia tertawa pada dirinya sendiri
Ia heran, sungguh lucu
ternyata garis hitam halus itu
berbicara lebih fasih dari mulutnya
Ditulis di Jakarta, Indonesia pada tanggal 13 Januari 2012 dan diperbarui pada tanggal 27 Juni 2012