Mati Bersama
Malam ini kudendangkan lagu tanpa lirik
Berpura tenang walau dada berguruh
Dua gelas anggur semerah darah diantara kita
Kuajak kau membuat sajak terakhir
Yang dulu selalu menjadi candu bagi hati sedih
Yang adalah iman bagi tubuhku dan nafsuku
Yang adalah darah dan oksigen dalam nadiku
Telah kutukar ragaku dengan iblis
Demi malam dan racun ini
Melodi yang indah menjadi latar
Nafas dan dada yang naik turun seirama
Aku tak menangis, tak ingin mata berkaca
Membuyarkan pandangan
Lalu binatang malam membiarkan malam ini lebih sepi
Dan bulan pucat pasi menyaksikan
Ditulis di Jakarta, Indonesia pada tanggal 31 Maret 2012