Dalam Pelukanmu
Bukan katamu saja, bukan pula senyummu
Bukan kehadiranmu saja yang kurindukan
Tapi suatu momen, waktu berhenti berputar di sekeliling kita
Dunia hanya milik kita berdua
Kita menikmatinya seperti tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita
Atau mungkin memang takdir sudah begitu adanya?
Bukankah ada ketakutan saat dua manusia yang tidak saling mengenal
sama-sama jatuh dalam belenggu cinta?
Tapi sekali lagi kita adalah dua manusia yang pemberani
Kita membiarkan takdir menuntun kita, walau itu berarti jatuh bersama
Tapi sayangku, benarkah?
Semua rasanya seperti mimpi yang membawa aku melayang
Seperti kopi, minuman favoritku, yang membuatku tidak dapat melewati hari tanpanya
Aku ingin dari mulut lidahmu sendiri,
tatapan sayumu, belaian halusmu,
cumbu dan dalam pelukanmu, berkata,
“Ya, aku ingin terus bersamamu, selamanya.”