by Karen Kamal

POEMS

Retakan (2)

Kemudian apa? Ia akan ditinggal dalam kegelapan Diasingkan Bukan lagi gadis kesayangan bunda Yang dulunya selalu menemani Menggerutu atas sulaman-sulaman menjenuhkan

Retakan

Jika guntur yang mengoyak langit dan usia yang menggoreskan waktu Ia tahu itu semua, kecuali yang di hadapannya Bertahun silam, kain demi kain tua dikoyak Cengkraman kuat gadis-gadis perawan pada kayu ranjang

Sandiwara Hidup dan Aktornya

Setiap potongan sandiwara itu hidup dan kita aktornya Lembaran-lembaran naskah berbau busuk Sisanya menjadi penonton, lampu pentas dinyalakan Bukankah kau takut?

Tato Kupu-Kupu

Keduanya memiliki mata sayu kecoklatan yang indah. Mereka saling menyayangi walau terkadang mereka bertengkar. Mereka tertawa pada lelucon kecil yang paling mereka sukai, pada pria-pria yang memohon cinta mereka. Andien, gadis muda yang mandiri. Ia tidak akan pernah takluk pada pria manapun, apalagi untuk memenuhi […]

Siapa Namamu?

Orang-orang memanggilku bayangan Kau menamaiku cinta Kita lupa kapan pertama kali bertemu Tapi kita tak terpisahkan Layaknya detik mengikuti menit, menit mengikuti jam Kau berdiri menghadap si pencatat waktu saat rindu menerjang, agar bayangan tetap memanjang Lelah dan air bening di kening jatuh berlomba-lomba pada […]

Diam

  Andai dan jika adalah teman baikku Karena waktu meninggalkanku dengan mimpi dan penyesalan Tubuh berteriak sekencang-kencangnya Namun mulut tetap diam Membiarkan hati hitam gelap karena duka Kutulis sajak dan berpuisi

Mati Bersama

Malam ini kudendangkan lagu tanpa lirik Berpura tenang walau dada berguruh Dua gelas anggur semerah darah diantara kita Kuajak kau membuat sajak terakhir Yang dulu selalu menjadi candu bagi hati sedih Yang adalah iman bagi tubuhku dan nafsuku

Sketsa

Goresan-goresan halus di atas putih Suaranya lembut saat butiran arang itu menyentuh muka kertas Ia biarkan tangannya terus bergerak Mengikuti hati, mengikuti rasa Malam itu rembulan hampir penuh Ia mundur untuk memandang sketsanya Seorang gadis yang tak ia kenal tersenyum padanya