by Karen Kamal

[Review] Buba & Bump Newborn Care Class

[Review] Buba & Bump Newborn Care Class

Beberapa bulan lalu saya sempat galau karena belum terbayang sama sekali bagaimana pengasuhan bayi newborn, ditambah lagi bayi yang baru lahir biasanya tulang leher dan belakangnya belum cukup kuat sehingga setiap aktivitas yang kita lakukan harus extra hati-hati, seperti memandikan, mengganti popok dan sebagainya. Saya bertanya ke beberapa teman apakah ada kelas untuk Newborn Care Class dan rupanya di Indonesia bisa dibilang sangat minim edukasi untuk Newborn Care.

Edukasi seperti itu hanya diberikan di rumah sakit saat bayi sudah lahir dan perawat akan memberikan edukasi kepada ayah dan ibu di hari ke 2 atau 3. Menurut saya pribadi itu sudah sangat terlambat, karena ibu juga tidak bisa banyak hands-on mempraktikkan. Sejauh ini, saya hanya menemukan 2 kelas Newborn Care yang diadakan oleh Buba & Bump dan Nujuh Bulan Studio. Itupun kelas Newborn Care hanya diadakan satu bulan sekali.

Secara materi yang disajikan, mungkin Nujuh Bulan Studio menawarkan kelas yang lebih komprehensif dengan kelas praktik dan berlangsung selama 2 hari. Di satu sisi, ibu dan ayah perlu komitmen waktu yang cukup panjang dan lokasinya cukup jauh di Bintaro.

Breastfeeding & Newborn Care (BF) – Nujuh Bulan Studio
Kelas ini membahas pentingnya ASI dan menyusui, teknik memerah dan menyimpan ASI, cara gendong dan sendawa bayi, cara memandikan dan pijat bayi. Kelas berlangsung selama 2 hari, berkolaborasi dengan konselor laktasi dan Bidan. Bunda bisa mengikuti kelas ini sejak usia 6 bulan kandungan keatas. (Fee Rp. 1,200,000/couple)​

Singkat cerita, saya dan suami memutuskan untuk mengikuti kelas di Buba & Bump yang berlangsung 3 jam di hari Sabtu dan harganya Rp. 350,000. Saya akan coba sharing beberapa hal yang saya dapatkan dari kelas tersebut.
 
1. Lokasi dan Suasana Kelas
Buba & Bump berlokasikan di Jl. Ciranjang No.9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tempat parkir di depan Buba & Bump kemarin cukup ramai karena hari Sabtu karena rupanya ada kelas lain yang juga berlangsung dan ada acara ulang tahun anak. Kelasnya dimulai cukup tepat waktu di jam 2 siang, sehingga sebaiknya ibu dan ayah coba atur waktu agak bisa datang pagian.

Salah satu yang cukup mengejutkan adalah kelasnya diadakan di ruangan seperti studio di lantai 2 yang biasanya dipakai untuk yoga, sehingga sebagian besar peserta diharapkan duduk di lantai dengan matras yoga dan bantal. Namun juga bisa meminta bangku dari lantai 1. Kelas ini diikuti sekitar 10 pasang suami istri atau 20 orang, dengan rata-rata ibu hamil sekitar 7-8 bulan. Karena saya belum makan siang sebelumnya, saya coba memesan nasi goreng dan suami memesan ice coffee latte dari cafe. Rasanya lumayan enak dan harganya juga cukup terjangkau.

Foto diambil dari Instagram Buba & Bump (dan bukan kelas Newborn Care sesungguhnya)

 
2. Pengajar
Pengajar di kelas Newborn Care di Buba & Bump dibawakan oleh Grace Tan, seorang keturunan Chinese tapi dia lebih menganut western style untuk pengasuhan bayi. Jujur saja, saya pribadi juga lebih prefer demikian. Grace orang sangat friendly dan sangat open mind sehingga sepanjang kelas, materi disampaikan cukup santai dan terbuka untuk pertanyaan-pertanyaan di tengah penjelasan.

Karena Grace lulusan dari universitas di Amerika, sehingga ia lebih fasih Bahasa Inggris. Seluruh materi di kelas disampaikan dalam Bahasa Inggris, namun bagi ibu-ibu yang merasa kesulitan, saya pikir bisa meminta Grace untuk lebih pelan dalam menjelaskan dan mencoba dijelaskan juga dalam Bahasa Indonesia. Grace sendiri adalah ibu dari seorang anak perempuan berumur 4 tahun, sehingga ia dapat memberikan contoh-contoh yang relevan.
 
3. Materi
a. Outline
Secara garis besar, materi yang disampaikan adalah berkaitan dengan breastfeeding (sekitar 1,5 jam), newborn care (1 jam) dan sisa waktu (30 menit) untuk sesi tanya jawab. Ada buku materi yang dirangkum oleh Grace yang dipinjamkan selama kelas, namun dapat juga dibeli seharga Rp 50,000. Saya tidak membeli buku tersebut karena saya sudah membaca buku panduan yang serupa.

Saya menganjurkan bagi ibu-ibu untuk membaca buku ASI dan Menyusui apabila memungkinkan sebelum mengikuti kelas sehingga bisa lebih mudah untuk mengikuti karena dengan waktu singkat tentu ada banyak sekali detil yang tidak bisa disampaikan dengan lengkap. Meski demikian, saya merasa terbantu dengan tambahan tips & trick yang dibagikan Grace, seperti jangan membiasakan bayi ketiduran saat menyusui karena akan menjadi kebiasaan bagi bayi hanya bisa tidur di kemudian hari saat disusui, ibu harus tenang saat menghadapi bayi yang menangis agar bayi juga ikut lebih tenang.

Pada sesi Newborn Care, Grace membagikan tentang cara membedong bayi, memandikan bayi, cara mengganti popok dan ia menganjurkan menghindari pemakaian zat kimia yang bermacam-macam pada bayi karena pada dasarnya bayi tidak terpapar dengan banyak kotoran sehingga seringkali hanya perlu dibersihkan dengan air hangat. Ia sendiri selama seminggu pertama kelahiran bayinya, ia tidak memandikannya, karena bayinya juga tipe kulitnya super sensitif dengan eczema sehingga diperlukan penanganan khusus. Pada sesi ini, Grace tidak banyak menjelaskan secara detil dan tidak ada praktik langsung, sehingga sebaiknya ibu dan ayah juga bisa menonton video tutorial di Youtube dan pelajaran dari perawat nantinya.
 
b. E.A.S.Y.
Image result for tracy hogg baby whispererYang menarik dari sesi pengasuhan bayi, ada dimana Grace membagikan informasi yang ia dapatkan dari buku The Baby Whisperer Solves All Your Problems oleh Tracy Hogg. Pada intinya, buku ini memberikan kategori pada bayi untuk lebih mengenali karakternya dan bagaimana menghadapi bayi tertentu. Dari angel babies yang menjadi idaman para ibu sampai kepada difficult babies yang sulit dihadapi, namun hal tersebut biasanya berlangsung hanya beberapa lama, karena bayi membutuhkan waktu untuk adaptasi dengan kehidupan baru di luar kenyamanan dalam kandungan ibunya.

Hal terpenting untuk mengasuh bayi adalah kita membuat kondisi dan atmosfir yang konsisten dan sangat terprediksi bagi bayi, sehingga bayi merasa lebih nyaman karena tidak terlalu banyak hal baru yang mengejutkan setiap harinya. Semakin membosankan rutinitas sehari-hari akan semakin baik bagi bayi. Tapi tentu diperlukan disiplin dan konsistensi dari ayah dan ibu untuk menjaga kebiasaan tersebut.

Grace menyebutkan kebiasaan tersebut biasa disingkat sebagai E (Eating), A ( Activity), S (Sleeping) dan Y (Your Time), dimana keempat sesi ini bisa dilakukan setiap selang 3 atau 4 jam berulang-ulang. Dengan adanya rutinitas ini juga secara tidak langsung memudahkan orang tua untuk membuat jadwal kegiatan yang dapat disesuaikan dengan jam bayi.


c. Rekomendasi Produk
Cukup mengejutkan bagi saya bahwa Grace rupanya tidak ragu-ragu untuk membagikan rekomendasi produk yang ia gunakan untuk bayinya dan membawa sampel produk beserta mereknya di kelas saat ditanyakan. Tapi tentunya dia juga mengingatkan bahwa ini hanya rekomendasi semata dan pastinya keputusan kembali kepada ayah dan ibu masing-masing.
 
4. Review General
Secara keseluruhan, menurut pendapat saya cukup memadai bagi ibu dan ayah yang baru pertama kali akan punya anak. Materi yang disampaikan cukup sederhana dan dapat memberikan bayangan apa yang akan dihadapi saat persiapan menyusui dan mengasuh bayi. Meskipun materinya tidak lebih lengkap daripada yang bisa didapat di buku dan internet, tapi sangat berguna bagi ayah yang cenderung tidak punya banyak waktu untuk membaca semua materi tersebut, sehingga komitmen 3 jam ini lebih berguna untuk ayah ketimbang ibu. Suami saya sendiri sangat senang dan antusias mengikuti kelas ini karena ia akan membantu mengasuh bayi nantinya tanpa bantuan nanny.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *